Energi Baru Terbarukan

Ada beberapa potensi untuk mengubah Indonesia untuk menjadi lebih hijau lagi dengan cara mengganti sumber energi dengan yang terbarukan, hal ini jelas dapat membawa dampak baik bagi lingkungan, tetapi tentu semua itu ada hambatan untuk mencapainya.

Menurut Sri Mulyani, ada beberapa hambatan yang membuat pengembangan EBT terutama geothermal sulit berkembang. Pertama, soal risiko gagal dalam eksplorasi. Hal ini, kata dia pernah direspons oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika dirinya menjadi menteri keuangan.

Namun, ia tak tahu apakah instrumen untuk menanggulangi risiko eksplorasi tersebut masih cocok diterapkan untuk kondisi sekarang.

Di samping itu, ada pula isu lingkungan hidup lantaran proyek geothermal kemungkinan terletak di tempat-tempat atau wilayah konservasi seperti kawasan hutan.

Hambatan berikutnya, menurut dia, adalah harga beli listrik oleh PLN, yang lebih murah ketimbang energi fosil atau batu bara. Menurutnya, hal itu membuat investor enggan masuk ke Indonesia untuk mengembangkan EBT dari panas bumi.

Karena itulah, pemberian subsidi diperlukan agar beban para pengembang di tahap awal pengoperasian bisa lebih ringan. Soalnya, jika modal yang dikeluarkan cukup besar sementara hasil dari penjualan listrik sangat rendah, investor akan sangat kesulitan untuk mengembangkan PLTP.

Intinya, menurut kami hambatan ketiga ini tidak akan habisnya jika mereka terus menerus memikirkan keuangan daripada kondisi lingkungan, bumi kemungkinan akan tidak layak huni sekitar beberapa tahun lagi. Kembali ke diri kita, apakah kita sudah menjaga keseimbangan alam sama seperti kita mengucap?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close